Hari Ini Nama Ulun Dideklarasikan

Scouty Haura Ammellia Karlan

Scouty Haura Ammellia Karlan

Hari ini hari Rabu Pon/29 Juli 2009 M/07 Sya’ban 1430 H, dimana ulun sudah memiliki nama. Hari ini adalah acara Tasmiyahan dan Syukuran atas kelahiran ulun yang diselenggarakan di rumah kediaman nenek ulun (orangtua Abi).

Di awali dengan pembacaan shalawat dan barzanzi, kemudian ulun ditasmiyahi oleh Kakek Paman (Kai Angah: bahasa Teringin).

Nama yang diberikan kepada ulun adalah :

SCOUTY HAURA AMMELLIA KARLAN

Nama tersebut mempunyai beberapa makna dan alasan yaitu :

SCOUTY = Dari kata ‘Scout’ yang berarti Pandu/Pramuka.  Kenapa Abi memberikan nama ini? (jawabannya: Karena dulu kata Abi, Ummi ngidam pengen masak-masak sambil berkemah. Akhirnya terwujud juga Abi dan Ummi berkemah di 1 Km setelah bundaran Kumai/bundaran Monyet). Kan Pandu/Pramuka identik dengan berkemah kan??? hehehe

HAURA = Wanita berkulit putih bermata hitam. Kenapa Abi memberikan nama ini? (jawabannya: Karena kulit ulun putih dan mata ulun hitam belo…hehehe).

AMMELLIA = berasal dari kata “Amal” yang artinya melakukan perbuatan kebajikan. Bisa juga Ammellia diartikan Wanita yang rajin bekerja. Kenapa Abi memberikan nama ini? (jawabannya: Harapan Abi dan Ummi, ulun bisa berbuat kebajikan untuk semua orang. Harapan yang mulia kan???. Dan kata Abi juga Ammellia itu adalah nickname Ummi saat awal perkenalan dengan Abi via Yahoo Messenger. Hehehe… lucu juga.

KARLAN = Nah kalo yang ini ya namanya Abi ulun. Kenapa Abi memberikan nama ini? (jawabannya: karena pengennya ulun dapat dikenali bahwa ulun adalah anak Abi Karlan).

Jadi, arti dari nama ulun “Scouty Haura Ammelia Karlan” adalah Seorang pandu/pramuka putri yang berkulit putih dan bermata hitam yang rajin bekerja dan beramal anak dari Bapak Karlan. Hehehe….

Tambahan, kenapa nama ulun terdiri dari 4 kata karena ulun dilahirkan pada tanggal 04 Juli 2009. Nah tanggal 4 nya itulah yang diambil sebagai jumlah dari nama ulun dengan jumlah huruf 25 karakter persis 25 hari kelahiran ulun saat nama ini diberikan.

Abi..abi…! ada-ada aja… penuh filosofi…hihihi…

but, yang pasti thank to Abi karena dah memberikan nama buat ulun.

I luv Abi & Ummi…


Iklan

Malam Tadi Ulun Tidur Di Dekap Abi

Ulun malam ini tidur didekap Abi…seneng banget rasanya… 🙂

Hangat dan kedamaian yang bisa ulun rasakan….

Thank ya bi, i love you Abi…and Ummi too….hehehe 😀

Hari Ini Ummi Mandiin Ulun

Sore yang cerah…!

Seperti biasanya klo abis bangun tidur ulun ngulet dulu…hihihi…

Ummi sibuk nyiapin popok ulun. Trus ke belakang nyiapin air buat mandi ulun.

Nah hari ini spesial buat ulun…kirain yg mandiin ulun tuh si uning (sebutan bibi: bhs teringin), eh taunya ummi sendiri yang mandiin karena uning belum pulang ngajar.

Horeee… ummi mandiin ulun…, walaupun agak gemetaran ternyata ummi dah bisa mandiin ulun.

Ini kali pertama ummi mandiin ulun lho …  🙂

Thank ya ummi…. 🙂

Hari Ini Abi Mandikan Ulun

Hari ini pagi dan sore hari Abi mandiin ulun…

Duh ternyata Abi juga bisa mandiin ulun….

Thank ya bi… 🙂

Hari Ini Ulun Sudah Bisa Tidur Miring

Hehehe…ternyata badan ulun sudah agak kuat, nyatanya udah bisa tidur miring….

Asyik ntar lg bisa tengkurap…hihihihi…..

Anak Cerdas dan Kreatif Berkat Alunan Musik

Baby

Musik tidak cuma merupakan materi hiburan yang memanjakan telinga. Alunan suara yang berirama ini bisa dimanfaatkan untuk merangsang janin agar kelak menjadi anak cerdas dan kreatif. Bahkan musik bisa dipakai untuk memutar janin sungsang kembali ke posisi normal.

Dibandingkan dengan kemampuan rata-rata anak seusianya, anak dari Ny. Ir. Catharina (30) jauh lebih baik. Ketika berusia dua bulan, anaknya sudah bisa tertawa terbahak-bahak. Di usia 3,5 bulan, sudah bisa melepas kacamata kakeknya. Bahkan, ketika umurnya menginjak empat bulan, sudah bisa bersalaman.

Semua itu bukan tanpa sebab. Ketika hamil, Ny. Catharina ingat cerita orang tuanya bahwa musik klasik karya Wolfgang Amadeus Mozart bisa membuat perkembangan otak belahan kanan janin dalam kandungan menjadi lebih baik sehingga meningkatkan kemampuan afektif si anak.

Dari situlah ia lalu berusaha untuk selalu mendengarkan musik klasik. Dalam perjalanan ke kantornya, musik yang buat banyak orang terasa berat itu terus mengalun dari kaset di dalam mobilnya. Baginya mendengarkan musik klasik bukanlah kegiatan aneh apalagi membosankan karena kebetulan ia pencinta musik klasik. Ia justru terhibur di tengah-tengah kemacetan lalu lintas ibukota.

Kedua belahan otak harus imbang

Baca lebih lanjut

Anak Belajar Dari Kehidupannya

Jika anak di besarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak di besarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak di besarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak di besarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak di besarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak di besarkan dengan iri hati, ia belajar rendah dirii
Jika anak di besarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak di besarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak di besarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak di besarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak di besarkan dengan penerimaan, ia belajar mencinta
Jika anak di besarkan dengan dukungan, ia belajar menenangi diri
Jika anak di besarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak di besarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan
Jika anak di besarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak di besarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak di besarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak di besarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

KAHLIL GIBRAN

Sumber : www.putragaluh.web.id

versi lain :

Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan,
Ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan,
ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi diri.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia balajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Terjemahan bebas dari:
“CHILDREN LEARN WHAT THEY LIFE”
oleh Dorothy Law Notl

Sumber : http://artny.blog.telkomspeedy.com